Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Jumat, 29 Maret 2013

Teman yang baik atau malah sebaliknya??



Pernah nggak kalian merasa bersalah ketika kalian di posisi tidak salah? Ya, disini kalian berprofesi sebagai penetral di antara kedua teman kalian yang sedang memiliki permasalahan di antara keduanya. Si A menceritakan masalahnya kalau si B orangnya bla.. bla.. bla.. dan sebaliknya, si B lah yang merasa dirinya paling benar ketimbang si A. jika seperti ini keadaannya apa yang kalian lakukan???!!


Nah, dari pengalaman gue tentang “neutralism” gue pernah di keadaan seperti ini. Dimana kedua teman gue lagi dirundung masalah sepele. Sebagai orang yang netral dan berpikiran luas, seluas air kobokan. Gue nggak bisa mengambil langkah terburu-buru, gue harus memikirkan matang-matang. Ya, matang-matang. Kalo mentah nggak enak. (apaan si gue) .

Well, dari cerita singkat di atas lu harus bisa nyimpulin bahwa :

-         - Biarkan mereka berdua menceritakan keluh kesah mereka, jangan dulu memberikan saran atau menyuruh melakukan tindakan-tindakan ekstrim kayak di pilm-pilm atau sinetron laga lainnya. JANGAN!!!. 

-       -   Analisa bagaimana keadaannya. Lebih lama lu analisa, lebih tau pula lu keadaan yang sebenarnya. Contohnya, kalau si A bilang si B jelek, analisa dulu apa bener si B kayak gitu? Bisa juga lu datengin para saksi biar lebih afdol.

-        -  Jangan terlalu menghakimi juga. Beri mereka perumpamaan-perumpamaan supaya mereka bisa berpikir dan mengambil sikap yang benar. 

So, make your own way to solve their problem. And keep the relationship always good. :) (alif)

0 komentar:

Posting Komentar