Pernah nggak kalian merasa bersalah ketika kalian di posisi
tidak salah? Ya, disini kalian berprofesi sebagai penetral di antara kedua
teman kalian yang sedang memiliki permasalahan di antara keduanya. Si A
menceritakan masalahnya kalau si B orangnya bla.. bla.. bla.. dan sebaliknya,
si B lah yang merasa dirinya paling benar ketimbang si A. jika seperti ini
keadaannya apa yang kalian lakukan???!!
Nah, dari pengalaman gue tentang “neutralism” gue pernah di
keadaan seperti ini. Dimana kedua teman gue lagi dirundung masalah sepele. Sebagai
orang yang netral dan berpikiran luas, seluas
air kobokan. Gue nggak bisa mengambil langkah terburu-buru, gue harus
memikirkan matang-matang. Ya, matang-matang. Kalo mentah nggak enak. (apaan si gue) .
Well, dari cerita singkat di atas lu harus bisa nyimpulin
bahwa :
- -
Biarkan mereka berdua menceritakan keluh kesah
mereka, jangan dulu memberikan saran atau menyuruh melakukan tindakan-tindakan
ekstrim kayak di pilm-pilm atau sinetron laga lainnya. JANGAN!!!.
- -
Analisa bagaimana keadaannya. Lebih lama lu
analisa, lebih tau pula lu keadaan yang sebenarnya. Contohnya, kalau si A
bilang si B jelek, analisa dulu apa bener si B kayak gitu? Bisa juga lu
datengin para saksi biar lebih afdol.
- -
Jangan terlalu menghakimi juga. Beri mereka perumpamaan-perumpamaan
supaya mereka bisa berpikir dan mengambil sikap yang benar.
So, make your own way to solve their problem. And keep the
relationship always good. :)
(alif)




0 komentar:
Posting Komentar